You are here
Home > Blog > 5 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya Yang Sering Di Alami

5 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya Yang Sering Di Alami

5 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya

5 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya – Sakit kepala disebabkan oleh aktifnya saraf nyeri di kepala, baik akibat gangguan di kepala maupun bagian tubuh lain. Aktifnya saraf nyeri ini bisa dipicu oleh aktivitas zat kimia di otak, gangguan pada otot di kepala dan leher, atau gangguan pembuluh darah di kepala.

Dokter Luke Powles, Kepala Dokter di Klinik Kesehatan Bupa, di London Inggris, mencoba menjelaskannya, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.co.uk. 

Penyebab gangguan tersebut dapat berupa perilaku atau gaya hidup, maupun suatu kondisi atau penyakit. Beberapa perilaku yang dapat memicu timbulnya sakit kepala antara lain:

1. Sakit kepala tegang (tension headache) Tension headache adalah tipe sakit kepala yang paling sering dialami. Mereka yang mengalaminya merasakan sakit kepala konstan di kedua bagian kepala, belakang mata atau terkadang leher. “Banyak pula yang merasa kepalanya seperti diikat,” kata Powles. Tipe sakit kepala ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti stres, kurang tidur, atau lapar. Nah, untuk menghilangkannya, banyak orang mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit (painkiller).

Namun sebenarnya ada hal lainnya yang bisa dilakukan. Powles menjelaskan, kita bisa berbaring di sebuah tempat yang gelap dan sepi atau meletakkan kain hangat di dahi atau leher. “Jika masih merasakan gejala sakit yang berkepanjangan, berkonsultasilah pada dokter untuk mencari tahu alasan di balik sakit kepala itu,” ujar dia.

2. Sakit kepala di belakang mata Bergantung dari tingkat sakitnya, sakit kepala di belakang mata juga sangat umun terjadi. Sakit kepala semacam itu bisa menjadi gejala beberapa tipe sakit kepala lainnya, termasuk sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, migrain, atau masalah pada mata. “Pengobatannya bergantung pada penyebab sakit kepala tersebut.” “Jika tak yakin dengan sakit kepala apa yang dialami tersebut, coba konsultasikan pada dokter,” kata dia.

3. Sakit kepala belakang leher atau kepala “Postur tubuh yang salah bisa membuat leher keseleo dan cedera tulang belakang bagian atas. Ini bisa menyebabkan sakit kepala disertai sakit leher,” kata Powles. Untuk mengobatinya, ia merekomendasikan langkah koreksi postur tubuh, olahraga leher, hingga fisioterapi.

4. Sakit kepala dehidrasi Dehidrasi atau kurang minum juga bisa menyebabkan sakit kepala. Dalam kondisi tersebut, otak akan berkontraksi sementara, karena kekurangan cairan dan menyebabkan sakit kepala. Obat penghilang rasa sakit bisa membantu, namun redehidrasi harus menjadi pilihan pertama. Tidak perlu minum terlalu banyak dalam sekali teguk. Mulailah dengan meminum beberapa teguk dan mengkonsumsi air dalam jumlah cukup secara rutin. “Dalam beberapa jam rasa sakit kepalamu akan hilang.” “Tapi jika tidak, mungkin ada penyebab lainnya. Seperti terlalu banyak mengkonsumsi kafein atau stres,” kata Powles. Baca juga: Bagaimana Menghindari Sakit Kepala Saat Terbang?

5. Migrain Menurut The Migraine Trust, hampir sekitar 15 persen populasi global menderita migrain. Migrain menjadi penyakit terpopuler ketiga di dunia. Jika kita pernah merasakannya, tentunya bisa memahami rasa sakit yang amat parah yang dialami penderita migrain.

Mereka yang menderita migrain mengalami sakit kepala sebelah yang bisa semakin parah karena gerakan. Di samping sakit kepala, penderitanya juga mengalami mual dan sensitif terhadap cahaya dan suara. “Beberapa orang mengalami sensasi seperti pengelihatan yang memburam atau sakit kepala seperti ditusuk-tusuk.” “Namun, intensitas migrain bisa berkurang seiring bertambahnya umur,” ujar Powles.

Sayangnya, tidak ada obat untuk mengatasi migrain, namun ada hal yang bisa dilakukan untuk menghindarinya. Powles menjelaskan, hal yang bisa dilakukan adalah istirahat di tempat yang gelap dan sepi, mengkompres bagian yang sakit dengan es atau air hangat. 

Beberapa pengobatan medis juga bisa diberikan dengan bantuan tenaga medis di sekitarmu. “Migrain bisa dipicu banyak hal seperti alkohol, stres, kelelahan dan makanan tertentu. Jadi coba identifikasi penyebab migrainmu jika bisa,” kata Powles. Untuk mengurangi risiko migrain, minumlah banyak air, tidur cukup, terapkan diet sehat, dan hindari melewatkan makan. Jika masih belum berhasil mengobati migrain, cobalah bicara dengan dokter.

berikut postingan mengenai 5 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Top
error: Content is protected !!