You are here
Home > Blog > Waduh Cadangan Minyak RI Turun: Sisa 10 Tahun Lagi!

Waduh Cadangan Minyak RI Turun: Sisa 10 Tahun Lagi!

Waduh, Cadangan Minyak RI Turun: Sisa 10 Tahun Lagi!

Waduh Cadangan Minyak RI Turun – Tim pemenangan Pasangan Calon Presiden Prabowo-Sandiaga Uno mengatakan cadangan minyak RI sudah harus masuk ruang perawatan ICU.

Hal ini diungkap oleh juru bicara kemenangan pasangan calon presiden nomor urut 02, Dirgo Purbo. Dalam bahan paparannya tentang “Masa Depan dan Tantangan Pengelolaan Gas Nasional” yang dipaparkan dalam diskusi publik di Hotel Aryaduta, kemarin, Dirgo sebut cadangan terbukti hanya sisa 3,17 miliar barel.

“Posisi Indonesia dalam hal pasokan minyak sudah berada di “ICU Room”. Cadangan terbukti hanya 3,17 miliar barel,” tulis Dirgo.

Benarkah cadangan RI tersisa sebesar itu?
Berdasar data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang didapat CNBC Indonesia, cadangan minyak RI malah lebih turun dari angka tersebut. Tepatnya adalah tersisa 3,15 miliar barel.

Pendiri Reforminer Institute sekaligus pengamat migas Pri Agung mengatakan jumlah cadangan itu setara untuk bertahan selama 10 hingga 12 tahun. “10 – 12 tahun saja, itu pun dengan tingkat produksi yang rendah seperti saat ini di kisaran 750 ribu – 780 ribu barel per hari,” kata Pri, Rabu (16/1/2019).

Ia melanjutkan, jika produksi lebih besar lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sementara tidak ada penambahan cadangan secara signifikan, umur cadangan minyak RI bahkan tak sampai 10 tahun.

Berdasar data yang dipaparkan Dirgo, dari sisi cadangan minyak saat ini jauh merosot dibanding 2004. Di mana, cadangan proven dan possiblenya masih mencapai 9 miliar barel. Sementara, berdasar rilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terakhir cadangan proven dan possible RI saat ini mencapai 7,5 miliar barel.

Meski begitu, Kementerian ESDM mengatakan kini ada perbaikan dari sisi kenaikan rasio cadangan migas di 2018.

Rasio cadangan migas adalah perbandingan antara cadangan migas yang ditemukan dan yang diproduksikan atau biasa disebut Reserve Replacement Ratio/RRR di Indonesia. Sebelumnya, rasio cadangan migas RI hanya 74%. Artinya produksi lebih banyak ketimbang temuan cadangan baru.

Target pemerintah tahun ini adalah 100%, namun berkat persetujuan proposal pengembangan (Plan of Development) di 5 proyek RRR bisa lampaui target jadi 105%.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menilai, adanya peningkatan RRR ini ditopang dari persetujuan POD I di lima lapangan. Ia menjelaskan, ada empat persetujuan POD I yang berasal dari PSC Cost Recovery dan satu persetujuan POD I dari PSC Gross Split.

Berikut adalah postingan Waduh Cadangan Minyak RI Turun

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Top
error: Content is protected !!